Selasa, 15 Januari 2013

God? Is IT Because of My Face?

Tuhan, malam ini hujan derass dan aku sebal dengan kendaraan yang lewat seenaknya.
Percikan air mereka sampai mengenai trotoar :/ Aku harus berusaha menghindarinya..
"masih lumayan kan bukan lumpur?" #terbayang yang di sinetron atau drama-drama
"iya sih.. he2~" *ga jadi kesel*

"Dek, Dek," panggil seorang ibu di bawah pohon gelap.
Aku yang tadinya berjalan cepat, berhenti dan menoleh.
"Dek, Dek, jangan takut ibu panggil"
Gimana ga takut, sudah berapa kali aku mengalami peristiwa serupa di tempat yang berbeda. Kronologinya sama:
Seorang ibu membawa anaknya yang di bawah umur dengan berbagai alasan dan ujung-ujungnya adalah 'UANG' .

Tapi entah kenapa kakiku tetap mendekati mereka dan bertanya ada apa. Dengan wajah penuh curiga aku tanyai ibu itu. Anaknya tetap diam.
Ibu itu seperti habis menangis. Hidungnya merah, entah karena kedinginan juga kah.
Anak laki-laki di sebelahnya hanya terdiam sambil memegang payung. Alisnya turun ke bawah.
Ibu itu bercerita dengan pilunya..

Ibu itu menjual baju seharga 200ribu untuk membayar cicilan anak tertuanya yang akan mengikuti UAS. Anaknya kelas 3SMA. Katanya jualan bakwan saja di rumah tidak cukup. Ibu itu butuh sekali. Dia memakai tongkat dengan alasan kakinya kecil sebelah. Dia kedinginan sudah bolak-balik keliling dari tadi. Ibu itu dengan mantap menyerahkan surat yang dibungkus kantong plastik hitam.
"Ini surat sekolahnya. Bisa ditelepon kalau tidak percaya. Ini demi anak ibu satu-satunya."
Benar saja surat dari sekolah. Ada tanda tangan kepala sekolahnya, dsb.
Awalnya..aku ragu banget dengan ibu itu. Aku sudah sering dihadapkan dengan kejadian seperti ini dan aku ada trauma berbuat baik :/
Tapi akhirnya..
"E..ibu masih lama di sini tidak? Saya ke kos saya dulu ya mau ambil simpanan. Tapi suratnya saya bawa dulu."
"Bener ya, Dek?" dengan wajah berbinar.
"Iya, saya akan kembali."
"Kalau ga percaya coba aja Dek telepon ke nomornya" Ibu itu masih terus meyakinkan.

Baru beberapa langkah didepan sebuah kantin, lewat seorang cici-cici yang belum aku kenal sama sekali. Sambil berjalan bertanya ke arahku.
"Ada apa? Pasti minta uang ya?" Cici itu berbaik hati menjelaskan padaku (setelah aku bertanya-tanya terus) meski dia sepertinya agak buru-buru ingin meninggalkan tempat itu.
Ternyata ibu itu sering muncul di daerah itu. Dengan memakai tongkat yang sama. Dengan modus yang sama. Dengan jumlah uang yang diminta yang sama.
Lalu cici itu kembali berbaik hati menjelaskan saat aku menunjukkan surat itu.

Aku buru-buru masuk ke kantin, ke tempat mbak langgananku. Aku bercerita dan ternyata si mbak kenal ibu itu dari cerita salah satu korban yang juga mahasiswi :/
Terungkap sudah modus ibu itu. Setelah aku teliti, ternyata surat itu hasil fotokopian yang penuh dengan tip-ex, coretan, dan cap. Di tempat gelap tadi aku tidak bis amelihatnya dengan jelas.

Ya Tuhan!! Ada apa dengan wajahku? Memang tampangku, tampang gampang dibodohi kah?
Aaarrgghhh~ >0<) Aku kesaall sekali, apalagi teringat dulu.

Akhirnya aku cuma memberi mereka 2plastik teh manis hangat dan uang 5ribu.
Ibunya melotot saat aku bilang menaruh curiga dengan surat itu :/
Tapi aku tidak peduli :/ aku melihat anak itu dan menepuk pundaknya :/
"Dek, kamu sekolah yang bener ya. Jadi anak yang baik." Aku memandang anak itu, tapi anak itu tidak berani memandang mataku. Dia terlihat gugup dan sedih :/
Aku tidak peduli dengan apa yang ibu itu katakan :/
Aku cuma ingin memandang anak itu dan menepuk pundaknya :/

Sewaktu perjalanan pulang ke kos. Aku sempat takut sekali. Takut dibuntuti.
(Apalagi setelah mendengar cerita mbak :/)

Setelah masuk ke gerbang kos, tiba-tiba
"Jadi bukan karena wajahmu kan? bukan salah wajahmu.
Kau waktu itu benar-benar ingin berbuat baik, ingin menolong ibu itu. Dan Tuhan tidak membiarkanmu ditipu karena kau ingin berbuat baik. Tuhan tidak akan membiarkanmu.
jadi bukan karena wajahmu. bukan salah wajahmu."
"bukan salah wajahku?"

Waktu aku posting, ternyata banyak juga temanku yang pernah jadi sasaran.
Baiklah berarti memang bukan karena wajahku yan gampang dibodohi dan polos :]
Entah kenapa aku lega...pikiran soal wajahku mulai hilang...

Aku menyadari banyak hal..  Orang memang bisa mengelabuiku.. Tapi tiap aku dikelabui dan bersimpati..tiba-tiba saja ada saja yang memperingatkan. Dan aku aku tidak jadi dikelabui :/ :]

Hmmm...Tuhan? Apa ini semua karena wajahku?
Bukan? Kau ingin aku mengerti sesuatu?
Kalau orang yang berbuat baik ga akan dibiarin Tuhan jatuh?
Kalau anak-anak itu sebenarnya sangat kasihan dan perlu dikasihi?
Kalau aku masih beruntung punya ibu seperti ma'?
Kalau aku bisa sembuh dari trauma ku?

Senin, 14 Januari 2013

Revolting Friday : 'pemerhati' itu apa?

Jumat ini aku ingin memberontak :/
Tidak peduli apa yang pemerhatiku katakan :/

Tuhan, sebenarnya 'family' itu apa? 'brother' itu apa? 'sister' itu apa?
Temanku mendapatkannya :/ kenapa aku tidak?

Katanya untuk bertumbuh harus mencari komunitas yang orang-orangnya bertumbuh.
Aku tidak tahu :/
Tidak ada yang benar-benar peduli
Tidak ada yang benar-benar peduli
Aku tidak tahu apa yang harus aku minta Tuhan :/
Sungguh :/

Apa bedanya orang yang mengandalkanMu dan mengandalkan manusia dalam hal 'ekspresi'?
dalam hal 'sosialisasi'?

dalam hal 'perasaan'?

Tuhan, aku tidak peduli ini salah atau benar, tapi boleh aku jujur mengungkapkan satu hal padaMu?

Aku merasa dan aku bertanya-tanya,..
kenapa dipikiran mereka hanya ada memberi tugas-tugas dan tugas-pelayanan?
kenapa tidak bertanya keadaanku, keadaan rohaniku, apa yang aku alami dan rasakan?
kenapa selalu tugas dan tugas..? :/
Tidak tahukah itu cukup menyakitkan :/
tidak tahukah? :/

Tidak adakah sedikit kesabaran untuk menggali orang sepertiku?
Si bakaintrovert? :/

'pemerhati' itu apa? 'brother' itu apa? 'sister' itu apa?
Temanku mendapatkannya :/ kenapa aku tidak?

Urat Nadi=God's Purpose?

Minggu sore ini, aku mengikuti misa seperti biasa. Suasana hatiku kacau habis. Tidak ada perasaan sama sekali, datar, sedih, yang ada down-down-down-down-DOWN :[

Aku memperhatikan urat nadi di kedua pergelangan tanganku. Mereka terlihat sangattt jelas.
Aku menggaris-garis dengan jari urat nadiku.. Termenung memandangi mereka.
Aku teringat segala hal yang terjadi dulu, dengan apa yang ingin kulakukan pada nadiku.

Terlintas gambaran yang sangat jelas, aku melakukan suatu hal.
Entah gambaran itu darimana, tapi sangat jelas :[
Aku melakukan hal mengerikan, aku merencanakan suatu hal yang menyakitkan pada diriku sendiri.

Disaat termenung, Ekaristi pun akan dimulai. Aku tidak tahu apa yang harus kudoakan ke Tuhan.
Aku hanya bisa memandang SalibNya di depan Altar sambil melipat tangan.
Aku masih melihat gambaran rencana hal buruk untuk menyakiti diri.

Lalu tiba giliranku menerima komuni, yaitu Tubuh dan DarahNya.
Aku tidak tahu apa yang harus kudoakan ke Tuhan setelah menelan Hosti itu.
Aku kembali duduk termenung memandang aliran nadiku.
Tiba-tiba....

"Aliran nadi itu terlihat sangat jelas bukan?
Bagaimana Allah menciptakanmu, membentukmu dan mengalirkan kehidupan dalam nadi itu.
Lihat aliran nadi yang jelas itu. Itu menunjukkan tujuan Allah dalam hidupmu.
Kalau kau memotongnya, maka tujuan Allah dalam hidupmu akan berhenti sampai di situ."

Gambaran menyakiti itu langsung hilang dalam sekejap.
Dan waktu pulaang Gereja naik angkot, aku melihat anak jalanan, pengamen kecil, remaja yang cewek, dsb, preman di trotoar :/

'Purpose' :/

Jumat, 11 Januari 2013

My Sealed Expressions : muscular friday

Aku mencari orang di sekitarku
Aku menoleh ke kiri-kanan saat membuka pintu kamar

'Siapa yang akan aku beri tahu? Aku senang aku senang :D'
'Siapa? :D'

Dan tidak ada siapa-siapa :I
'Oh, iya.. Cerita ke siapa ya? *kecewa*
'Tidak mungkin ada yang mau mendengar ini :/ *kecewa*'

Hah~ :/
*dengan hati sedih, senyum yang agak terlihat dipaksakan*
#memandang salib kamar

"Ah~ Tuhan~ Hari ini aku senang lo! Bakwan yang aku bawa disukai banyak  orang <:d br="br">aku senang lo Tuhan <:d airmata="airmata" berpaling="berpaling" cepat-cepat="cepat-cepat" ha2="ha2" karena="karena" keluar="keluar" mulai="mulai" p="p">
Jumat ini aku dapat tugas konsumsi komunitas.
Harus membawa masing-masing 65 biji.
Lenganku sampai berotot membawanya sendiri.
Aku senang semua orang menyukainya :D Tidak sia-sia aku membawa.

Siapa yang mau mendengar hal seperti ini, Tuhan? Meski bagiku ini membahagiakan, siapa yang mau mendengarnya?
Aku ingin mengungkapkannya ke seseorang :/
Tuhan, jujur aku juga ingin mengungkapkannya ke seseorang :/
Aku sedih :/

Tuhan, salahkah bila aku mempunyai pikiran seperti itu?

Kamis, 10 Januari 2013

Sealed Expressions

temenku bilang,
"ungkapan itu harus diungkapin, perasaan apapun itu (sedih, senang, marah, kecewa, dsb) mesti diungkapin, dikeluarin, mesti cerita ke seseorang yg dipercaya... Kalau ga ntar ngganjel di hati :/ numpuk..."

('_')... trus aku mikir...
cerita ke sapa..??

aku ungkapin rasa 'sakit'ku, mereka sudah bosan, mereka anggap aku sebuah kegagalan mungkin :/
jadi aku tumpuk sendiri seperti orang bodoh :/

aku tidak ingin orang memintaku bercerita ke mereka, mengungkapkan semua hal ke mereka karena aku telah mendengarkan mereka terlebih dulu :/

:/ aku hanya ingin orang yang sabar menungguku bercerita, tanpa menganggap aku sebuah kegagalan.. aku hanya ingin mengungkapkannya :'/

kalau aku mengungkapkan 'itu', bukan berarti aku akan ' kembali' :'/
aku justru ingin membuangnya :'/

kalian BUKAN tempat sampah, tapi tempat DAUR ULANG :/ yang GO GRIN (nyengir)
bikin aku nyengir

Tidak tahukah kalian akan hal itu? :/

Akhirnya aku bercerita ke bonekaku :'/

Aku bingung sewaktu berdoa ke Tuhan.. Apa yang harus kuminta, Tuhan?
Kalau aku minta seseorang..maka akan seperti kasus bangsa Israel-Raja Saulus
artinya..aku tidak mengandalkan Engkau..

tapi... :[
aku tidak mau tersegel terus :'// ............

Selasa, 11 Desember 2012

Aku "orange :D "

Tiba2 teman sebelahku berkata:
"Sa, mau tanya..
kamu kok bisa sih ceria terus gitu tiap hari??"
aku SHOCK, lalu tertawa
"Hah? Aku kelihatan ceria terus ya? hahaha"


"Berarti kamu belum tau kalau aku sedih ya?"
tapi aku..ga tau knapa kalau sedih berapa menit kemudian bahagia lagi,
berapa jam lagi bahagia lagi,
sehari kemudian bahagia lagi..
Ga tau tiba2 aja bahagia lagi"
intinya aku bilang ke temanku.. doa>

"aku bukannya pingin sok rohani sih..tapi..sumber sukacita ku yang pertama sih yg jelas Tuhan.. hehe"

Rabu, 05 Desember 2012

Confused

Tuhan.. aku bingung dengan apa yang akan terjadi padaku di masa yang akan datang..
Maksudku..impianku, masadepanku, orang-orang yang kelak akan kutemui..