Tampilkan postingan dengan label kasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kasih. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 November 2021

Tiada SepertiMu

Hatiku masih seperti bubuk. Tiap teringat kenangan tentang dia, aku selalu ingin menangis. Setiap jalan, benda, momen, mengingatkanku padanya. Rasanya ingin pindah dari Hana City. Ingin melarikan diri dari semua kenangan yang ada. Pesan tiket KA pun, keingat dia. Semangatku patah, mengeringkan tulangku. Sisi lain aku merasa lega, meski terkadang bingung mengapa lega? Aku tersakiti. Ego, gambar diri, harga diriku terluka. Luka yang besar, sangat besar. Amat besar.

Siang ini, mataku masih berkaca-kaca teringat momen dengan dia. Aku selalu ingin menangis. Mataku bengkak, suhu badanku naik, kepala terasa berat.

TIba-tiba aku teringat lagu pujian, "AnugrahMu kepadaku tak pernah berubah. PerbuatanMu terlukiskan di dalam hatiku. Tercengangku dibuatMu, kukagum padaMu. Tak henti setiap nafasku menyembahMu s'lalu."

Lucu rasanya. Malam kemarin dan pagi ini, aku tidak bersemangat menemui Tuhan. Aku hanya membaca Firman tanpa mengerti apapun dan sambil menangis, tapi lagu itu yang terlintas. Aku merasa konek dengan pemazmur. Aku sering tidak mengerti, kenapa pemazmur begitu memuji dan menyembah Tuhan setiap saat. Di saat mereka mengeluh, tertekan, kecewa, sedih, mereka tetap memuji Tuhan, selalu mengagungkan Tuhan dan mendeklarasikan Tuhan satu-satunya tuhan. Meski banyak kejadian yang tidak menyenangkan, tapi perbuatanNya melekat di hati mereka.



Minggu, 28 November 2021

😭🐇 😢🤗

I have a🐰 doll. Her name is Chiana. I live with her more than 20 years. I think she was older than me. I know that it will be hard to believed but she always comfort me when I am afraid, sad or happy. I know she's or it's just a doll but..I feel a little bit secure with her.
She listens me, never interrupts me. I can hug her, pretend she pats my head and understand my stories. She cheers me up. Is she my 'other' god?

Kamis, 08 Januari 2015

Two or Three Years A Go

Last night di tempat tidur I wondered, I prayed.. God, bisakah Engkau ambil saja perasaan ini karena aku feeling funny. Rasanya seperti bukan diriku. Aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Aku tidak pernah merasa sad idiotic hurt sebelumnya bahkan dengan yang hitotsu aku biasa saja dan cenderung indifferent. Di pikiranku asal dia bahagia meski bukan denganku ya aku ga masalah. Tapi dengan yang futatsu, entah kenapa aku jadi terbawa perasaan. Tidak semangat lalu tidak ingin menjadi diriku. Oh God, am I really broken..my heart? Astagaaa.. Haha.. Jadi seperti ini rasanya. Fallin' and then broken :p Sempat terlintas pikiran, otoko mana yang mau disukai oleh Lines bahkan membicarakannya saja pasti sudah menjijikkan (menurutku). Dan....entah kenapa aku punya plan untuk  bersikap lebih dewasa dari luar.. (please ini bukan aku banget.. ok aku mungkin seperti anak-anak dari luar tapi dari dalam aku cukup dewasa..haha :p ) Astagaa, aku sampai segitunya.haha.

Fix aku memutuskan untuk tidak terlalu terbawa perasaan. Aku ingin menjalankan hari-hariku seperti biasa dan bahkan jauh lebih baik, lebih disiplin, lebih depend on God.
For first time, I prayed, I told God apa yang aku rasakan tentang otoko itu dan permohonanku. Ternyata menenangkan ya. Di sisi lain aku sedih, namun di sisi lain lega karena bisa punya perasaan ini. Ternyata jauh lebih lega dan bebas waktu menyukai dan mencintai otoko. Ureshii sou sampai terharu. I really thankful God for this :3
Ada kalanya aku ingin mengungkapkannya setelah aku pindah boarding house. Aku ingin menulis surat untuk dia, say thank you, dan harapan dia bahagia, dapat yang terbaik plus semua harapannya tercapai. Tapi.........tidak mungkin. Aku tidak bisa mengungkapkannya, tidak boleh mengungkapkannya. Otoko itu tidak boleh tahu. Aku tidak boleh mengungkapkan kata-kata itu. Tidak bisa. Tidak boleh..

Dua atau tiga tahun lalu saat aku mulai merasa aneh dengan diriku (mulai tertarik dengan onna), aku membeli sebuah buku judulnya "How to Find Your True Love" karangan Bo Sanchez (mengingatnya membuatku ingin tertawa..haha.). Aku membeli buku ini supaya bisa belajar mencintai otoko. Bukunya bagus tapi aku give up dan hanya membaca seperempatnya. Aku give up karena aku yakin aku tidak akan bisa tertarik dengan otoko. Tapi sekarang aku menyadari bahwa perasaan itu bisa datang dengan sendirinya.

Dua atau tiga tahun lalu saat aku mulai merasa aneh dengan diriku (mulai tertarik dengan onna), aku meminta foto wedding kaa-san dan oyaaji dari kaa-san (kaa-san bertanya untuk apa, tapi aku hanya tersenyum) lalu aku menempelnya di depan komputer. Tiap aku tertarik dengan onna, tiap aku ingin hidup bersama dengan onna, aku memandang foto itu. Aku tidak ingin membuat mereka bersedih. Aku ingat kata-kata Rent-san setelah oyaaji meninggal. Dia bilang atashi no oyaaji pasti ingin melihat aku bahagia dengan atashi no ototo suatu saat nanti. Tiap aku teringat kata-kata itu, aku memandang langit dan berharap melihat oyaaji tersenyum padaku.

Kemarin malam, aku merasa miserable. Aku melihat o kaa-san di foto itu. O kaa-san terlihat sangat bahagia. (lalu aku menggambar mereka) Kalau melihat o kaa-san sekarang, aku merasa miserable loaded. O kaa-san berhak bahagia, o kaa-san berhak jalan-jalan bersama keluarga, o kaa-san berhak melihat dunia luar. I prayed, God aku ingin mempunyai hubungan yang dalam dengan o kaa-san, doo-san, aniki. Aku ingin punya hubungan dengan keluargaku. Aku tidak punya keberanian untuk memulai. Aku tidak punya iman untuk memulai percakapan. Aku takut waktunya habis dan aku belum melakukan apa-apa. Aku ternyata sayang mereka tapi aku terus menyangkalnya. Aku bahkan berpikir kaa-san pasti membenci daughter sepertiku. Daughter macam apa yang tidak menelpon balik saat ditelpon atau sms balik setelah di sms. Daughter apa yang jarang menanyakan kabar keluarga. Daughter apa yang tidak pulang ke rumah... Aku merasa gagal.. Kalau ada pintu kemana saja milik Doraemon, aku ingin mengunjungi kaa-san to o baa-chan.

Rabu, 07 Januari 2015

Boku Ga Poker Face _ WHAT??! I'M FALLIN' LOVE??? IS THAT FOR REAL?

Harusnya aku menuliskan ini kemarin malam. Hanya saja karena tidak mood dan sibuk blogging di blog satu nya, baru sekarang aku menuliskan kejadian kemarin.

Berawal dari pagi hari kemarin, setelah bangun tidur..aku kembali bertanya seperti biasa
ini mimpi kan? ga mungkin kan Tuhan? mimpi kan?
kenapa aku mencari-cari dia? kenapa aku bahagia? kenapa aku gugup? hanya karena dia akan balik tanggal segini?. Keluar kamar lalu memandang depan kamarnya. Ok, orangnya belum ada.
La la la la, aku pergi ke tempat magangku dulu untuk menyelesaikan sesuatu dan pulang malam.
Di angkot menuju boarding house, aku bbm Ta nii-chan
"nii-chan, anak itu balik ke boarding house hari ini.. aku deg-degan."
"uda ketemu dia? apa  yang kamu rasakan?"
Aku merasa senang dan malu. Lalu Ta nii-chan bertanya apa yang akan kamu lakukan setelah sampai kosan? Dan aku jawab tidak tahu sambil emoticon malu-malu. Kemudian Taa nii-chan menyarankan supaya aku tetap mendoakan hatiku dan serita ke pembimbingku.

Sampai di kos..aku melihat kamarnya dan...ok...lampunya mati..
"Ta nii-chan..Dia tidak pulang hari ini..hahaha.."
Lalu aku meletakkan handphone, makan sambil menonton Doraemon (untuk menghibur diri).
.......Setelah filmnya habis dan piring sudah tercuci..tiba-tiba ada yang mengetuk kamar dan........
ok..ano otoko......... Aku langsung salah tingkah ga jelas karena gugup. Habis itu mengobrol seperti biasa. Bla bla bla bla, cowo itu bercerita tentang another girl.Hahaha..
Sambil mengobrol, aku bbm Ta nii-chan.
"Dia sudah balik. Kita lagi mengobrol. Dia mengobrol tentang onna lain. hahaha.*rotfl*"
"trus gimana perasaanmu sekarang?"
"sheepish sad hurt envious disappointed pained happy relieved bashful" (sambil lihat daftar nama-nama perasaan yang aku tempel di dinding)
"wah..campur aduk ya.. sabar dan bawa doa ya.."
"doa apa? haha.."
"cerita perasaan dan harapan kamu ke God. kejadian seperti hari ini sangat jarang kamu hadapi kan?"
"iya..sekali seumur hidup."

Dan.............besoknya (hari ini)...entah kenapa aku sedih.
Ini mimpi kan masa aku sedih karena itu, God??
Waktu lihat dia juga paling aku buat bercandaan dan sedikit menunduk. Ketika dua sisters tanya kabarku gimana. Aku jawab lagi patah hati.. *roftl* hahahaha..

Lagipula bukan salah siapa-siapa juga sih. Toh, aku tidak akan pernah bisa mengungkapkannya. Yah, gimana dia bisa tahu juga. Waktu aku pikir-pikir lagi, kenapa ya aku bisa merasa seperti ini ke dia. Dibilang ada yang lebih baik dari dia dari segi apapun, pasti ada sih tapi aku tetap merasa seperti ini ke dia. Sampai aku bingung sendiri. Please, aku ga mau love is blind. Ga ada di otakku kalimat itu. haha..

Dulu aku sangat tidak menyukai dongeng The Little Mermaid. Menurutku, tokoh utamanya sangat..bodoh (maaf) karena dia tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya sampai akhir hayatnya. Sekarang aku merasakannya. Aku tidak boleh mengungkapkannya. Bisa melihat orang itu di depan mata, tapi tidak pernah bisa memberitahu orang itu. Apalagi aku poker face, so tiap kali di depan dia aku menunjukkan ekspresi yang datar (padahal hati............). Maaf Hans Christian Andersen~ :'p

Sabtu, 27 Desember 2014

Even the Darkness will Not be Dark to You_Ohana

Natal tahun ini merupakan Natal yang sangat tidak menarik buatku, entah kenapa. Rasanya Natal seperti hari biasa, tidak ada apa-apanya. Di saat semua orang sibuk merayakannya, ikut misa dengan jemaat masing-masing, bernyanyi dengan suara indah, banyak kue nastar (yang selalu membuatku ngiler :q ), menghabiskan waktu bersama keluarga mereka di kampung halaman tercinta...aku hanya ingin sendiri, tidak ingin berinteraksi dengan siapapun dan hanya tidur. Baiklah seharian itu aku tidur, tidur, tidur dan tidur (di antara puing-puing bekas tsunami wkwkwk). Melihat feeds dan broadcast "Merry Christmas" lalu tertidur kembali dengan masa bodoh. Tidak peduli dengan suara tawa bahagia yang lain. Tidak peduli dengan siapapun. Rasanya 'alone' but not 'lonely', malahan relaxing..

Ternyata, perasaan 'relaxing' itu hilang.. Akhirnya aku menginap di kosan seorang sister bertiga karena mulai merasa sendiri. Setelah semua tertidur, aku tiba-tiba meneteskan air mata. Dalam hatiku yang paling dalam, aku ingin merayakan Natal bersama keluarga di kampung halaman. Hanya saja, pikiran negatif yang muncul di kepalaku. Aku berpikir keluargaku tidak mengasihiku, mana mungkin mereka mau membiayai ongkos bolak-balik dari Hana city ke sana. Paling mereka hanya akan bertanya soal pekerjaan, paling setelah sampai di rumah hanya akan ada konflik.
Itulah yang aku pikirkan... Tapi lama-kelamaan keinginan untuk bertemu O kaa-san, O baa-chan makin kuat. Kadang ada perasaan bersalah karena seperti tidak bisa menghabiskan banyak waktu bersama O kaa-san. O kaa-san terlalu sibuk mengasihi anak-anaknya bukan dengan bahasa kasih yang anak itu butuhkan.. Selalu bekerja keras, selalu mengurus rumah tangga, selalu menyiksa diri dengan pekerjaan berat, selalu berpikir semua yang kurang baik untuk dia....... Kaa-san honto ni aishimasu demo........aku  belum bisa melakukan apa-apa untuk dia  malah sering menyakitinya...

Malam ini, setelah dari kamar mandi ada missed call dan ternyata itu dari rumah. Bayangkan, o kaa-san memakai telepon rumah untuk menghubungi handphone ku. Aku pikir mereka tidak akan melakukannya karena yah itu hal yang mahal bagi mereka :p
Aku salah..o kaa-san menelpon balik, tanya kabarku, kenapa tidak ada kabar bahkan aniki pun cemas, o kaa-san mengucapkan selamat Natal juga (dan tetap bertanya tentang pekerjaan :l hanya saja nadanya tidak memojokkan :3 ).. Entah kenapa aku bahagia mengetahuinya.. Aku ingin sekali bercerita ke kaa-san, ke aniki, bahwa saat ini..aku sedang menyukai n fallin' dengan seorang otoko. Kalau Pop masih hidup, aku juga ingin menceritakannya.haha.. Tapi belum aku ceritakan.

Aku berharap suatu saat nanti bisa berkumpul bersama keluarga dengan hangat setidaknya bersama. Aku ingin merasakan meski hanya sekali seperti apa berkumpul sesungguhnya dengan sosok/label bernama "Doo-san", Kaa-san dan Aniki.
Menyenangkan kah?
Lega kah?
Aman kah?
Nyaman kah?
Riang kah?
Estatic kah?
Hanya itu yang aku inginkan............................


Omong-omong, dua hari ini..aku sangat bahagia..entah kenapa.... un.....mungkin karena pertama kalinya ada komunikasi ke otoko itu meski hanya mengobrol tentang Ge Li atau Uta..hehe.. (dan aku menemukan sebuah lagu bagus yang menggambarkan diriku juga)
Aku ingin menyatakannya kadang, hanya saja............................tidak mungkin bisa.. haha.............

Jumat, 24 Oktober 2014

When Two Lines Walk Into A Church Seeking Trouble

-When Two Lesbians Walk Into A Church Seeking Trouble-


It’s all about love! Not a love that ignores the mud and the damage that destroys God’s Masterpiece, but a love that recognizes how much loving mercy God has given a messed-up person like me!
That great love brings grace and truth together to give hope to a broken world in need of forgiveness and restoration.
Note: Excerpted from John Burke, The Mud and the Masterpiece, Baker Books, a division of Baker Publishing Group, 2013. Used by permission.

'Ohana' means Family

Siapa yang keluarganya sehat?? :D
Siapa yang keluarganya ga sehat?? :D
Hahaha..

Keluargaku jujur bukan keluarga yang sehat (aku jadi gampang depresi, ga suka sosialisasi, ga ekspresif, tertutup, pelarian ke hal ga jelas, minder, ga percaya namanya kasih, etc). Tidak dibesarkan bersama papa kandung (pop) dari umur 8 bulan, tinggal dengan mama (kaa-chan tercinta) yang selalu memendam segalanya sendiri dan sibuk kerja demi anaknya serta seorang kakak laki (aniki) yang aku selalu bertengkar dan tertutup lalu tinggal bersama papa tiri yang sangat fokus diri sendiri saat umur 7 tahun.
Tidak mengerti arti kebersamaan, selalu ribut dengan masalah uang (makannya aku sangat benci uang.. Aku okay butuh, tapi benci dan lebih menganggap uang hanya sebagai lukisan atau karya seni), selalu sendiri-sendiri, tidak pernah bicara hati atau perasaan masing-masing. Home like a Hell, meski tidak ada KDRT yang gimana-gimana.

Aku sering iri dengan beberapa orang. haha..

Manta-kun selalu menggandeng mamanya tiap kali pergi berbelanja ke mall :'D
(aku selalu berpikir seandainya kakakku seperti itu. haha..)
Away-chan yang setiap kali berfoto dengan mamanya selalu memeluk dan mencium pipi mamanya.
(sampai sekarang aku masih teringat foto mereka :D aku sangat suka melihat kedekatan dia dengan mamanya. aku iri karena aku sayang mamaku tapi tidak bisa mengekspresikannya dan cenderung mengasihi secara diam-diam )
Alva-chan yang bekerja keras demi kedua orangtuanya :3
(aku iri karena aku tidak punya passion seperti itu. bagiku biasa aja. no emotion)
Rekushi-kun dan Ta nii-chan yang dekat dengan adik perempuannya xD
(aku iri dan ingin hubunganku dengan kakakku seperti itu)

Waktu pulkam kemarin ke Megono, aku bertengkar hebat dengan aniki, merasa kecewa berat dengan papa tiriku, membenci sifat kaa-chan (padahal sifat aku dan kaa-chan mirip..haha) Pikiranku waktu itu entah kenapa cuma satu...
"Aku tidak mau punya keluarga normal. Lebih baik aku punya keluarga 'ga normal' di mata orang-orang dunia daripada aku punya keluarga normal tapi kayak begini..!"
(Aku cerita ke guardian ku dan seorang sister. Benar-benar krisis kerohanian waktu itu. haha..)
Bahkan sampai tiba di Hana City aku masih terus memendam kebencian itu dan aku tidak mau peduli lagi dengan embel-embel "keluarga". Aku masih membenci aniki (ditambah sms nya sampai membuatku jatuh sakit), kecewa dengan papa tiriku (sampai aku kehilangan kepercayaan lagi terhadap beliau) dan kaa-chan (aku sempat percaya kaa-chan tidak mengasihiku).

Aku bersyukur sama Tuhan waktu share hal itu ke beberapa sisters, rasanya lega. Bahkan aku belajar mengasihi keluarga dari mereka (brothers juga). Yah, keluarga bisa mengecewakan karena mereka sendiri pun mungkin masih belum tahu hal yang benar dan seharusnya aku yang sudah tahu harusnya memulai duluan untuk memperbaiki hubungan.
Berat sih, harus memperbaiki hubungan sama aniki. Rasanya benci banget dan ga nyaman entah kenapa. Tapi FirTu bilang harus mengasihi saudara kalau ga sama aja bohong. Aku bantu hidup orang lain tapi keluarga sendiri ga beres, sama aja bohong, dosa. hahaha.. Jadi malu..haha..
Aku bersyukur sama brothers-sisters yang mengajarkanku keluarga (dalam Allah) secara langsung atau ga langsung.

Sekarang aku makin bisa menghargai kaa-chan dan mencintainya. Bahkan diajarkan untuk minta maaf dan mengucapkan terima kasih sama kaa-chan. Bersyukur sama Roh Kudus, aku bisa say sorry dan say thank you ke mama meski ga berani lihat mata..hehe.. Lalu makin mencintai dan menghargai kaa-chan. Bisa lihat pengorbanan kaa-chan, love her banget lah :3
Sama aniki, aku juga sudah mulai pelan-pelan SMS-an meski singkat-singkat (aku pingin balik hubungan sama Tuhan dan bisa mengasihi keluarga)

Bersyukur sama Tuhan Yesus, sama Roh Kudus yang Dia beri, sama perintahNya. Aku percaya sesuai waktuNya keluargaku dipulihkan dan bisa saling mengasihi. Amen~
Aku bisa berani memulai untuk mengasihi dulu dan bicara hati :]]]

Senin, 09 September 2013

When you Want A Angel

Pernah ga sih kamu berdoa ke Tuhan gini,
"Tuhan, aku ngerasa sendiri. Jujur Tuhan aku butuh seseorang. Rasanya kayak lonely banget Tuhan. Bisa ga Tuhan kalau salah seorang MalaikatMu aja menemani aku?"

(Baiklah agak konyol aku akui doaku ini, tapi itulah perasaanku saat kesepian dan benar-benar butuh 'sosok'. Kadang aku sempat merasa Tuhan itu tidak ada di dekatku dan menemaniku hanya karena Dia tidak kelihatan secara fisik. Peace Tuhan~ _ _)y )

Aku sempat mendoakan  hal seperti itu karena di tempatku ini aku cuma sendiri. Brothers-Sisters semua jauh-jauh, tidak ada yang tinggal di daerahku. Kalau pun ada hanya satu sister dan tidak mungkin dia terus. Aku terkadang butuh benar-benar 'sosok' yang mendukung aku saat aku jatuh, sendiri.
I need an Angel.......

Tahu ga apa yang tiba-tiba terjadi?
* * * * *

Beberapa menit yang lalu aku tidak sengaja menemukan kata ero-(apa gitu), sejenis komik Jepang ecchi yang ternyata menyeramkan, ecchi nya parah abis karena di gambarnya ada monster, setan, terus organ-organ gitu. Kalau definisinya sendiri, aku tidak mencari. Itu gambar, parah bangett! Serem~~
Awalnya biasa aja, tapi entah kenapa tiba-tiba aku merasa mual banget. Mau muntah. Sampai aku tidak kuat lagi untuk melihatnya. Bener-bener mual.

Tiba-tiba......
"Bayangin ruetamA, manusia yang diciptakan serupa gambaran Allah dipotong-potong kayak gitu. Kamu bayangin, Tuhan sudah susah-susah buat kita, sayang sama kita sampai nyerahin anakNya, tapi sekarang ciptaanNya itu dijadikan objek pelampiasan dan dipotong-potong. Lihat deh gimana sedihnya Tuhan. (suaranya terdengar sedih dan tidak marah) Kamu kalau menciptakan sesuatu terus barangmu itu digituin, gimana sedihnya kamu. (terus aku bayangin boneka kesayanganku)"

Entah kenapa aku sedih dan memang mual. Tiba-tiba, mulutku menyebut namaNya..
"Tuhan Yesus, Tuhan Yesus..." (aku sendiri bingung jujur)
Lalu aku obrol ke Tuhan perasaanku...................................
Dan
Aku minta ampun _ _) Aku dibukakan Kejadian.
Bagaimana Bapa <'Kita' di Alkitab> menciptakan semua yang ada di bumi baru manusia dan manusianya itu Laki dan Perempuan sesuai gambaranNya.
Busett~ Betapa aku udah menghancurin Tuhan banget. Jelek-jelekin Tuhan banget. Manusia dicipta sesuai DiriNya tapi sekarang dijadikan seperti itu. Dan dari aku pribadi, aku masih seperti 'ini', mengikuti keinginanku pribadi. :/

Saat baca Kejadian, ada yang bilang.........
"Memang Tuhan saat ini ga ada di dekatmu secara sosok. Tapi Dia bukan mengirimi MalaikatNya yang tampak, tapi Dia mengirimkan kamu Alkitab. (Di situ entah kenapa baru kali ini, aku ngerasa intim banget sama Tuhan waktu baca Kejadian). Buat mengajari kamu, menegur kamu."

Betapa baiknya Tuhan,.. Terimakasih banget GoD~
Aku baca dari yang Adam-Hawa, Kain jatuh dosa sampai Nuh, yang Tuhan pernah menyesal banget menciptakan manusia, sampai menara Babel, terus nabi-nabi yang Tuhan kirimkan, sampai Tuhan Yesus sendiri, terus wahyu, yang Tuhan menyediakan rumah untuk kita. Betapa baiknya Bapa., Tuhan Yesus..

Tuhan Yesus kok baik banget ya, ga pernah jemu-jemu ingatkan aku. Ga pernah meninggalkan.
Tiap pribadi orang pasti ada. Kalau aku kadang suka bebal..He2~ Tapi bebal nya aku sering kalah sama KasihNya Dia.. ,3

"Jesus Change Me"

Ada beberapa teori yang susah aku terima dari seorang pembicara yaitu tentang 'sharing'. 'Sharing' atau 'Share' materi mungkin hal yang cukup mudah bagi sebagian dari kita apalagi kalau kita mempunyainya secara berlebih. Tapi kalau disuruh 'sharing' tentang 'hidup' kita, tentang masalalu kita dan bagaimana Tuhan ubahin hidup kita, itu susah banget.
Gila aja, aku buruk di mata orang. Malu dong, orang lain tau. Nanti aku dijauhin orang. Dan sebagainya.
Kalau aku pribadi..aku takut sharing karena aku takut aku bakal jatuh lagi seperti apa yang telah aku sharing ke orang lain. Aku pernah mengalaminya.. Aku sharing hal ini, menguatkan orang itu dari pengalamanku, tapi aku nya yang malah jatuh :/ Hal itu membuatku down banget dan malas+takut untuk sharing tentang kebaikan Tuhan.
Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri dan Tuhan. Apa yang salah dengan sharingku? Mengapa diriku yang jatuh?

Waktu pak pendeta (siapa lupa) berbicara di depan. Dia bilang gini,
"Kalau kita cerita tentang hidup kita, Tuhan kita yang ditinggikan atau diri kitanya yang ditinggikan? Orang liat Yesus ga dalam diri kita saat kita cerita tentang hidup kita?"
(intinya seperti itu..)

Aku renungkan, aku rasa aku menemukan titiknya.
Sekarang aku memutuskan setiap kali akan sharing soal hidupku, aku akan memulainya dengan....
"Tuhan Yesus ubahin aku lo, dulu aku bla bla bla bla bla.
Tuhan Yesus bla bla bla bla bla bla
Syukur Tuhan bla bla bla bla bla, jadi aku bisa seperti sekarang ini :D "

Pokoknya bukan aku tapi Tuhan Yesus nya. Amen~ ;3


Kamis, 24 Januari 2013

(' ')

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/121217172902/page/20/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail_view/id/9/news/121214174801/page/20/limit/

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/121203194347/page/30/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/120410004701/page/40/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail_view/id/9/news/070906112152/page/50/limit/5

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/121017150052/page/50/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/120224155536/page/160/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/111208184010/page/200/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/100507002405/page/220/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/071106151749/page/250/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/090731154129/page/270/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/101101151804/page/310/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/100830150820/page/340/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/081113153305/page/350/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/090624101648/page/360/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/080111204100/page/420/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/080115191931/page/750/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/090714203142/page/470/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/080117201603/page/720/limit.html

http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/070906112533/page/490/limit.html


 

Sabtu, 25 Agustus 2012

Homosexuality.. How? Why? Who? What? Where? When?

Kisah tentang seorang Lesbian yang bertobat. Tuhan Yesus memulihkan hidupnya.