Sabtu, 27 Desember 2014

Even the Darkness will Not be Dark to You_Ohana

Natal tahun ini merupakan Natal yang sangat tidak menarik buatku, entah kenapa. Rasanya Natal seperti hari biasa, tidak ada apa-apanya. Di saat semua orang sibuk merayakannya, ikut misa dengan jemaat masing-masing, bernyanyi dengan suara indah, banyak kue nastar (yang selalu membuatku ngiler :q ), menghabiskan waktu bersama keluarga mereka di kampung halaman tercinta...aku hanya ingin sendiri, tidak ingin berinteraksi dengan siapapun dan hanya tidur. Baiklah seharian itu aku tidur, tidur, tidur dan tidur (di antara puing-puing bekas tsunami wkwkwk). Melihat feeds dan broadcast "Merry Christmas" lalu tertidur kembali dengan masa bodoh. Tidak peduli dengan suara tawa bahagia yang lain. Tidak peduli dengan siapapun. Rasanya 'alone' but not 'lonely', malahan relaxing..

Ternyata, perasaan 'relaxing' itu hilang.. Akhirnya aku menginap di kosan seorang sister bertiga karena mulai merasa sendiri. Setelah semua tertidur, aku tiba-tiba meneteskan air mata. Dalam hatiku yang paling dalam, aku ingin merayakan Natal bersama keluarga di kampung halaman. Hanya saja, pikiran negatif yang muncul di kepalaku. Aku berpikir keluargaku tidak mengasihiku, mana mungkin mereka mau membiayai ongkos bolak-balik dari Hana city ke sana. Paling mereka hanya akan bertanya soal pekerjaan, paling setelah sampai di rumah hanya akan ada konflik.
Itulah yang aku pikirkan... Tapi lama-kelamaan keinginan untuk bertemu O kaa-san, O baa-chan makin kuat. Kadang ada perasaan bersalah karena seperti tidak bisa menghabiskan banyak waktu bersama O kaa-san. O kaa-san terlalu sibuk mengasihi anak-anaknya bukan dengan bahasa kasih yang anak itu butuhkan.. Selalu bekerja keras, selalu mengurus rumah tangga, selalu menyiksa diri dengan pekerjaan berat, selalu berpikir semua yang kurang baik untuk dia....... Kaa-san honto ni aishimasu demo........aku  belum bisa melakukan apa-apa untuk dia  malah sering menyakitinya...

Malam ini, setelah dari kamar mandi ada missed call dan ternyata itu dari rumah. Bayangkan, o kaa-san memakai telepon rumah untuk menghubungi handphone ku. Aku pikir mereka tidak akan melakukannya karena yah itu hal yang mahal bagi mereka :p
Aku salah..o kaa-san menelpon balik, tanya kabarku, kenapa tidak ada kabar bahkan aniki pun cemas, o kaa-san mengucapkan selamat Natal juga (dan tetap bertanya tentang pekerjaan :l hanya saja nadanya tidak memojokkan :3 ).. Entah kenapa aku bahagia mengetahuinya.. Aku ingin sekali bercerita ke kaa-san, ke aniki, bahwa saat ini..aku sedang menyukai n fallin' dengan seorang otoko. Kalau Pop masih hidup, aku juga ingin menceritakannya.haha.. Tapi belum aku ceritakan.

Aku berharap suatu saat nanti bisa berkumpul bersama keluarga dengan hangat setidaknya bersama. Aku ingin merasakan meski hanya sekali seperti apa berkumpul sesungguhnya dengan sosok/label bernama "Doo-san", Kaa-san dan Aniki.
Menyenangkan kah?
Lega kah?
Aman kah?
Nyaman kah?
Riang kah?
Estatic kah?
Hanya itu yang aku inginkan............................


Omong-omong, dua hari ini..aku sangat bahagia..entah kenapa.... un.....mungkin karena pertama kalinya ada komunikasi ke otoko itu meski hanya mengobrol tentang Ge Li atau Uta..hehe.. (dan aku menemukan sebuah lagu bagus yang menggambarkan diriku juga)
Aku ingin menyatakannya kadang, hanya saja............................tidak mungkin bisa.. haha.............

Jumat, 26 Desember 2014

Light Become Night Around me_Kurapika

3 hari setelah Natal berlalu dan kamarku masih saja seperti bak sampah (bibi kos ku bilang tiap kali melihatnya jadi teringat peringatan 10 tahun Tsunami di Aceh...... #ngakaktotal xD ). Penuh dengan kertas-kertas ukuran besar, sterofoam bermeter-meter, kardus, piring-gelas kotor, tumpahan tinta, rambut, debu dan mayat serangga-serangga kecil. Yang bisa kulakukan hanya tertidur pada area kosong di atas tempat tidur sambil memeluk boneka kesayanganku :p

Aku merasa aneh dengan diriku akhir-akhir ini. Aku coba mengidentifikasikan apa yang sedang aku rasakan, kenapa aku bisa seperti ini. Saat ingin meluapkannya aku tidak tahu harus bagaimana dan kapan meluapkannya. Saat lampu belum padam dan mata teman-temanku belum terpejam, aku tertawa bahagia..tapi saat lampu telah padam dan mereka terpejam tiba-tiba air mataku menetes. Kenapa dengan diriku? dan jawabannya ......... aku belum bisa menerima diriku apa adanya. Aku merasa diriku aneh. Social Alienation ku kembali.. Aku merasa diriku tidak akan ada yang pernah bisa menerimanya bahkan keluargaku pun tidak.

Bermula dari kejadian tanggal 20 December malam di kampus gajah kota Hana city, saat semua anak kampus latihan drama singkat untuk Natal keluarga di hari minggunya. Aku sedang dalam posisi kelelahan fisik dan pikiran, kehilangan seseorang, merasa tidak dihargai oleh beberapa rekan satu team untuk dekorasi Natal..semua perasaan itu bercampur. Ketika melihat salah seorang rekan team ku (otoko), aku langsung menegurnya sehabis latihan drama (tanpa mengajaknya mengobrol empat mata dengan lembut.. aku salah di bagian itu.). Aku mengutarakan kekecewaanku semuanya dan dengan nada yang tinggi (secara sadar atau tidak) dan alhasil temanku itu tidak terima dengan sikapku dan balik mempermasalahkan cara bicaraku. Karena kesal, aku membanting payungku dengan keras di lantai dan meninju kaca saat melewati pintu keluar kaca. (waktu sadar aku kaget, takut kacanya pecah. tidak sanggup ganti rugi :p ) Semua brothers-sisters yang melihat terkejut  (dan pas di situ ada anak bimbinganku).
Masalahnya sudah beres sih. Sudah diselesaikan dengan damai saat itu juga. Kami tahu harapan kami satu sama lain ketika ada konflik lagi. Bersyukur bukan seperti diriku dulu yang langsung pergi begitu saja. (waktu SMA aku pernah 2 kali seperti ini. memukul meja dan pintu kelas dengan sangat keras saat emosiku sudah meledak..dan kejadian lainnya.............)
Hari minggunya, jujur aku sangat malu sekali setiap bertemu mereka tapi entah kenapa dalam hatiku yang dalam aku percaya brothers-sisters bukan orang yang menggosipkan hal itu atau melakukan hal sia-sia tanpa membantu apa-apa. Mereka justru menanyai keadaan hatiku dan apakah masalahnya sudah beres. Meskipun begitu ternyata aku masih merasa bersalah sampai sekarang.

Lalu suatu kali aku dan seorang brother kampus sedang ngobrol tentang tokoh-tokoh anime dan anime itu adalah Yuyu Hakusho (dan berujung ke Hunter X Hunter). Sampailah ke tokoh bernama Kurapika.
"Kurapika itu punya dua kepribadian kan."
"Hah? Maksudnya?"
"Iya. Dia punya dua kepribadian. Satunya lembut, satunya waktu dia marah dia berubah, matanya merah dan jadi lebih sadis."
"O........." (aku termenung)
Besoknya.........ketika Natal.........ada seorang brother lain bilang, "kamu lembut banget ya orangnya."
Dan..aku cuma bisa tersenyum, dalam hati "belum tahu aja waktu aku marah."
Sering banget orang bilang aku lembut.bla.bla.bla.bla.bla.
Dan..setiap kali mereka berkata seperti itu, yang ada..aku menjadi semakin merasa bersalah! "Kalian belum tahu saja diriku, kalau kalian mengenalnya, apa kalian bisa menerimanya?" Pertanyaan itu yang sering muncul. haha..
Aku balik teringat dengan apa yang telah terjadi, apa yang telah aku pikirkan dan lakukan....ketika aku yang lembut ga lagi ada..

-aku hanya ingin bisa menerima diriku apa adanya tanpa peduli apa kata orang lain.. aku ingin percaya bahwa aku pun pantas untuk dikasihi seperti apapun diriku-

Kamis, 25 Desember 2014

Unloveable-MiLD

Well,I know that I'm insignificant, and I know I can't be much.
However longer, the more hopeless it is.
When you never turn to look at me
and though there's never a day you'll be interested.
And I know regardless of how long, you might have to leave me.

But right now I still have time to let myself search for a good reason

to stop you right now, but I know full well it's hopeless.

Even though no matter how much I love you.

I know probably you won't be interested.
I still dream and I still hope inside my mind that someday you'll have me.
But I know it can't be.
When you think I'm nothing, but it's okay.
I want to ask to have you always in my heart for a long time..

And even though the things I do today might not be able to make you feel good.

The things are enough to only bother you.
I want to ask you to listen well
to the final lyrics I want to dedicate to you.
That I sifted out from my heart and have to give you alone.

I don't know how much longer until I can remove you from my heart.

Until the good memories can fade away. (?)
Until I'll be able to love someone else again.. (?)

When you think I'm nothing.

But it's okay, as long as I'm still breathing,
I'll love you forever...

UnLoveable

Pertama kali mendengar lagu "Unloveable" (aslinya  by group band Indie asal Thailand, MiLD), sekitar tahun 2012 di channel You Tube audisi Thailand's Got Talent. Yang membawakan lagu ini adalah seorang wanita sangat cantik dengan rambut hitam lurus panjang, badan tinggi langsing serta suara nya yang sangat merdu.. Sangat sempurna sebagai seorang perempuan, Namun waktu ditanya oleh para juri yang menyeleksi para peserta, apakah dia seorang perempuan? (mungkin karena dia terlalu sempurna untuk ukuran seorang wanita). Ternyata wanita itu bukan seorang perempuan.............. (meski begitu dia lolos audisi karena bakatnya yang sangat luar biasa)

Lirik dan terjemahan lagu "Unloveable) sangat menyentuh buatku.. Dan lagu ini seperti menggambarkan diriku (hanya saja aku pure perempuan kok ^ ^)y )
http://deungdutjai.com/2009/04/17/unloveable-by-mild/
(dari judulnya aja sudah tersentuh sebenarnya..haha)

Entah kenapa aku ingin menuliskan ini..haha..mungkin karena tidak ada tempat lagi untuk bercerita.

Setiap hari setiap pergi tidur dan bangun pagi, aku selalu bertanya pada diriku sendiri,
"ini mimpi kan? ini mimpi kan? ini ga mungkin kan? astagaa~ ga mungkin kan Tuhan aku beneran fallin' love?"
Aku menunggu perasaan itu hilang dengan sendirinya, tapi lama lama perasaan itu tidak hilang bahkan makin aneh..
Tiap hari selalu terbayang wajahnya,
tiap melihat depan kamarnya seperti melihat dia keluar kamar,
tiap ada otoko lain yang mendekat, aku cuma teringat dia..
"ini mimpi kan? ga mungkin kan Tuhan? besok pasti hilang kan?"
..............................................................
whathappendedwithme?
Perasaan bahagia, aneh (karena pertama kali seperti ini), sedih, takut kehilangan semuanya menjadi satu..

Tiap kali aku merasa bahagia, selalu saja ada pernyataan yang muncul di pikiranku bahwa aku tidak pantas untuk fallin' love, otoko itu hanya akan menderita, hanya akan sedih jika aku yang fallin' love kepadanya, aku tidak pantas mencintai atau dicintai otoko, aku hanya akan menyakitinya, aku tidak baik untuk dia..
Dan setiap pernyataan itu membuatku sangat sedih. Aku melihat lagi diriku yang dulu, aku yang berorientasi (aku selalu menganggap diriku ga normal), aku yang ga sehat 100% secara emosi mungkin, aku yang mungkin masih seperti anak kecil, aku yang dulunya bla bla bla, aku yang tidak cantik, dan lain-lain .. Aku tidak akan pernah pantas untuk dia (atau siapapun itu).

Aku tidak mau lagi fallin' love, aku ingin mematikan "feeling". Aku tidak ingin bisa menyukai siapa-siapa lagi atau tertarik atau fallin' love.

Namun ada rasa sayang tiap ingin mematikan feeling ini, karena ternyata feeling ini begitu indah. Meskipun sedih juga karena tidak bisa mengungkapkannya.

Ada kalanya aku ingin dia tahu apa yang aku rasakan, tapi aku merasa hanya akan menyusahkannya jika mengungkapkannya. Semua hanya akan berjalan buruk jika aku mengungkapkannya.
Mungkin aku harus cepat-cepat pindah boarding house.. haha..............................

Aku selalu berharap supaya dia cepat-cepat mendapat cewe (yang mengasihi dia tulus selamanya, bisa menolong dia, bahkan mendekatkan dia dengan keluarganya). Aku pun setidaknya bisa sedikit melupakan dia (meski tidak akan bisa sama sekali karena dengan otoko pertama yang aku fallin' pun sampai sekarang masih teringat. bahkan aku suka senyum-senyum sendiri tiap melewati tempat kerjanya dia , berharap bertemu dia di jalan. aku tidak peduli meski melihat dia sama cewenya, asal aku bisa melihat dia tersenyum bahagia, dia dan keluarganya dekat, aku sudah sangat bahagia)
Ada rasa sakit sih...(ternyata), tapi aku akan jauh lebih bahagia kalau melihat dia bahagia..haha...........

Cepatlah mendapat cewe....haha..

Senin, 22 Desember 2014

WHAT??! I'm FALLING IN LOVE?! IS THAT FOR REAL???

Oke..sudah 2 minggu berlalu dan tiap terbangun dari tidur aku selalu bertanya-tanya
"ini hanya mimpi kan? iya kan? ga mungkin kan??"
namun ......... ternyata perasaan itu tidak hilang.
Tebak..
aku suka dan fallin' love with otoko.. Ini kedua kalinya dalam hidupku, aku bisa suka, sayang, mengasihi seorang otoko.. Tapi baru ini yang bikin diriku bertingkah sangat konyol..

Berawal dari ....
bahagia tiap kali melihat dia,
mencari-cari dia, ada tidak ya di boarding house,
tiba-tiba ada rasa sedikit cemburu waktu dia membicarakan onna lain (biasanya aku datar, dengerin ya dengerin.. entah kenapa waktu itu ada rasa cemburu)
tiba-tiba sedih waktu dia mengembalikan barang yang dia pinjam lama (oh God!)

Dan feeling itu muncul sehari setelah ngobrol bareng (seperti biasa), pas aku sedang mewarnai kertas dengan cat air. Awalnya biasa aja, datar! Sampai the day after tomorrow..
Diriku mulai aneh..
Bangun lebih awal sebelum jam6.. (biasanya bangun siang)
Rajin menyapu kamar (biasa seminggu 3x)
Rajin membereskan tempat tidur (biasanya masa bodoh)
Menatap dia, ga berani..
Sampai aku bingung, ini aku kenapa ya? Masa sih aku suka?
dannn karena tidak tahu, aku bertanya ke sistersku :

aku       : "e..........kalau orang suka itu......cirinya apa  ya?"
sister 1 : "kamu lagi suka siapa?"
sister 2 : "ciie~ iyaa.. tapi ga taunya onna nih?"
aku       : "e...........sama otoko........"
(dan mereka shock sekaligus bahagia)
sister 1 dan 2 : "siapa? siapa? brother?"
aku       : "e........bukan.......anak kosan.........."
sister 1 : "ooo..... ciiieeeee~ aku seneng banget dengernya.."
(dannn kelanjutannya aku bertanya lagi tentang ciri-ciri orang yang sedang suka kaya gimana.. lalu aku diminta mengungkapkan apa yang aku rasakan seperti yang di atas.....)
sister 1 : "ciiieeee~ itu suka namanya.." (bahagia)
aku       : "aah? o ya tah kak? masa?? astagaaa.. aku ga nyangkaaa.. trus gimana dong kak?" (malu)
(lalu dibukakan beberapa pandangan tentang pasangan yang seimbang yang sesuai FirTu... Tapi mereka tetap bahagia aku bisa menyukai seorang otoko.. Aku mendengarkan tiap nasihat yang diberikan dengan baik.... Lalu termenung dan bingung.....)
aku       : "e....kaka...terus gimana ya tiap ketemu dia? aku harus gimana ya?"
sister 1 : "maksudnya gimana?"
aku       : "e....ga tau kak.. bingung aja.."
sister 1 : "maksudnya kamu bingung cara ngomong ke dia nya atau sikapmu ke dia?"
aku       : "e....dua-duanya kak.. ga tau bingungg........"
sister 1 : "hahaha..berarti kamu jatuh cinta kalau sampai bingung gitu tiap ketemu dia"
aku       : "neeee???"
(tapi aku masih tidak percaya dengan perasaanku sendiri)

Pas balik ke boarding house, ketemu dia buat pinjam sesuatu karena anak kos lain ga punya..
Nyaliku tiba-tiba ciut..jantung deg-deg an ga jelas dan kencang banget..
Waktu pinjam menunduk ga berani lihat dia trus aku langsung lari ke kamar.. (konyol banget!)

Semenjak saat itu, aku sama sekali tidak berani melihat dia bahkan depan kamarnya. Waktu dia lewat, pura-pura tidak lihat, abis itu tersenyum meski lihat dia dari belakang............ perasaanku saat itu,  bahagia.. sangat bahagia..........................meski melihat punggungnya saja..

...........................................................
dan.......selama hidupku, baru pertama kali aku bahagia sebagai onna normal..
Aku cuma bisa mengasihinya diam-diam bahkan aku berharap suatu hari nanti dia mendapatkan onna yang jauh lebih baik daripadaku.. Pokoknya asal dia bahagia.. haha.. ureshii katta~

Kamis, 30 Oktober 2014

A Man I Hope .satu.

(Baru kelintas impian/harapan/khayalan/apapun namanya ini, tiba-tiba aku teringat kata-kata onna itu dan dari sendiri yang pesimis.. Payah..
Aku menulis ini mungkin sekedar sebagai memo..)
Well, a man I wish/hope

Yang tetap percaya diri mendekatiku secara hormat, meski aku rendah diri dan menyuruhnya menjauh.

Yang berani mencoba mendekatiku secara murni&tulus (dan dengan hikmat) meski aku ketakutan sampai menangis karena berbagai hal.

Yang tertarik dengan segala hal negatifku bukan hanya hal yang terlihat baik di luar (fisik, suara lembut, etc)

Yang menunjukkan kebenaran yang benar saat aku melakukan kesalahan.

Yang tidak buta dengan apa yang terlihat pada diriku saat aku mencoba menyelinap dalam kegelapan.

Yang tersenyum bahkan tertawa saat aku menangisi keanehanku dan mengatakan "kita aneh, so what.. We have Him"

Yang percaya segala hal bisa dilewati meski aku sudah menyerah.

Yang mengenal Dia dan dirinya sendiri waktu aku amnesia tentang diriku.

Yang mencintai Jesus no.1 than me then guide me. (Penting!)

Aku yang seperti ini bisa menolong dia.

Jumat, 24 Oktober 2014

When Two Lines Walk Into A Church Seeking Trouble

-When Two Lesbians Walk Into A Church Seeking Trouble-


It’s all about love! Not a love that ignores the mud and the damage that destroys God’s Masterpiece, but a love that recognizes how much loving mercy God has given a messed-up person like me!
That great love brings grace and truth together to give hope to a broken world in need of forgiveness and restoration.
Note: Excerpted from John Burke, The Mud and the Masterpiece, Baker Books, a division of Baker Publishing Group, 2013. Used by permission.