Minggu, 22 Juli 2012
Sabtu, 12 Mei 2012
Buah-Buah Roh
Dari facebook group "Kingdom of Heaven", diposkan oleh "Buletin Summa"
Buah Buah Roh (Gal 5:22-23)
Tenang... hari masih pagi. Langit masih agak gelap. Dunia masih tidur. Hari itu akan dimulai.
Dalam beberapa saat lagi fajar akan tiba. 'Mengaum' menuruni jalan dengan terbitnya matahari. Keheningan fajar akan ditukar untuk kebisingan hari. Ketenangan kesendirian akan digantikan oleh keramaian deburan umat manusia. Perlindungan dari pagi hari akan diserbu oleh keputusan yang harus dibuat dan batas waktu yang harus dipenuhi.
Selama dua belas jam berikutnya saya akan terkena tuntutan hari itu. Bahwa saya harus membuat pilihan sekarang. Karena Kalvari, saya bebas untuk memilih, Sehingga saya memilih...
Saya memilih kasih ... Tidak ada kesempatan membenarkan kebencian, tidak ada ketidakadilan dan kepahitan, aku memilih kasih. Hari ini saya akan mengasihi Tuhan dan apa yang Allah kasihi.
Saya memilih sukacita ... Aku akan mengundang Allahku untuk mengatasi keadaan. Aku akan menolak godaan untuk menjadi sinis ... alat dari pemikir malas. Aku akan menolak untuk melihat orang-orang sebagai sesuatu yang kurang dari manusia, diciptakan oleh Allah. Aku akan menolak untuk melihat masalah sebagai sesuatu yang kurang dari sebuah kesempatan untuk melihat Tuhan.
Saya pilih damai ... Aku akan hidup diampuni. Aku akan mengampuni sehingga saya bisa hidup.
Saya memilih kesabaran ... Aku akan mengabaikan ketidaknyamanan dunia. Daripada mengutuk orang yang mengambil tempat saya, saya akan mengundang dia untuk melakukannya. Daripada mengeluh bahwa menunggu terlalu lama, aku akan berterima kasih kepada Allah sejenak untuk berdoa. Daripada bersungut-sungut di tugas baru, saya akan menghadapi mereka dengan sukacita dan keberanian.
Saya memilih kebaikan ... Aku akan bersikap baik kepada orang miskin, karena mereka sendirian. Dan baik untuk tidak baik, karena itu adalah sebagaimana Allah telah memperlakukan saya. Saya memilih kebaikan ... Aku akan pergi tanpa satu senpun sebelum mengambil satu ketidak jujuran. Aku akan diabaikan sebelum aku akan memegahkan diri. Aku akan mengaku sebelum saya menuduh. Saya memilih kebaikan.
Saya memilih kesetiaan ... Hari ini saya akan menepati janji saya. debitur saya tidak akan menyesal kepercayaan mereka. rekan saya tidak akan pertanyaan kata-kata saya. Istri saya tidak akan mempertanyakan cintaku. Dan anak-anak saya tidak akan pernah takut bahwa ayah mereka tidak akan pulang.
Aku memilih kelembutan ... Tidak ada yang dimenangkan oleh kekuatan. Aku memilih untuk menjadi lembut. Jika saya mengangkat suara saya mungkin itu hanya untuk memuji. Jika saya kepalkan tinju saya, mungkin itu hanya dalam doa. Jika saya membuat sebuah tuntutan, mungkin itu hanya dari diriku sendiri.
Saya memilih pengendalian diri ... Saya makhluk spiritual. Setelah tubuh ini mati, jiwaku akan melambung. Saya menolak untuk membiarkan apa yang akan membusuk, aturan yang kekal. Saya memilih pengendalian diri. Saya akan mabuk hanya dengan sukacita.
Saya akan bersemangat hanya oleh iman saya. Aku akan dipengaruhi hanya oleh Allah. Aku hanya akan diajarkan oleh Kristus. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan pengendalian diri. Untuk hari ini janji saya. Jika saya berhasil, saya akan bersyukur. Jika saya gagal, saya akan mencari karunia-Nya. Dan kemudian ketika hari ini selesai, Aku akan menempatkan kepalaku pada bantal dan beristirahat.
Buah Buah Roh (Gal 5:22-23)
Tenang... hari masih pagi. Langit masih agak gelap. Dunia masih tidur. Hari itu akan dimulai.
Dalam beberapa saat lagi fajar akan tiba. 'Mengaum' menuruni jalan dengan terbitnya matahari. Keheningan fajar akan ditukar untuk kebisingan hari. Ketenangan kesendirian akan digantikan oleh keramaian deburan umat manusia. Perlindungan dari pagi hari akan diserbu oleh keputusan yang harus dibuat dan batas waktu yang harus dipenuhi.
Selama dua belas jam berikutnya saya akan terkena tuntutan hari itu. Bahwa saya harus membuat pilihan sekarang. Karena Kalvari, saya bebas untuk memilih, Sehingga saya memilih...
Saya memilih kasih ... Tidak ada kesempatan membenarkan kebencian, tidak ada ketidakadilan dan kepahitan, aku memilih kasih. Hari ini saya akan mengasihi Tuhan dan apa yang Allah kasihi.
Saya memilih sukacita ... Aku akan mengundang Allahku untuk mengatasi keadaan. Aku akan menolak godaan untuk menjadi sinis ... alat dari pemikir malas. Aku akan menolak untuk melihat orang-orang sebagai sesuatu yang kurang dari manusia, diciptakan oleh Allah. Aku akan menolak untuk melihat masalah sebagai sesuatu yang kurang dari sebuah kesempatan untuk melihat Tuhan.
Saya pilih damai ... Aku akan hidup diampuni. Aku akan mengampuni sehingga saya bisa hidup.
Saya memilih kesabaran ... Aku akan mengabaikan ketidaknyamanan dunia. Daripada mengutuk orang yang mengambil tempat saya, saya akan mengundang dia untuk melakukannya. Daripada mengeluh bahwa menunggu terlalu lama, aku akan berterima kasih kepada Allah sejenak untuk berdoa. Daripada bersungut-sungut di tugas baru, saya akan menghadapi mereka dengan sukacita dan keberanian.
Saya memilih kebaikan ... Aku akan bersikap baik kepada orang miskin, karena mereka sendirian. Dan baik untuk tidak baik, karena itu adalah sebagaimana Allah telah memperlakukan saya. Saya memilih kebaikan ... Aku akan pergi tanpa satu senpun sebelum mengambil satu ketidak jujuran. Aku akan diabaikan sebelum aku akan memegahkan diri. Aku akan mengaku sebelum saya menuduh. Saya memilih kebaikan.
Saya memilih kesetiaan ... Hari ini saya akan menepati janji saya. debitur saya tidak akan menyesal kepercayaan mereka. rekan saya tidak akan pertanyaan kata-kata saya. Istri saya tidak akan mempertanyakan cintaku. Dan anak-anak saya tidak akan pernah takut bahwa ayah mereka tidak akan pulang.
Aku memilih kelembutan ... Tidak ada yang dimenangkan oleh kekuatan. Aku memilih untuk menjadi lembut. Jika saya mengangkat suara saya mungkin itu hanya untuk memuji. Jika saya kepalkan tinju saya, mungkin itu hanya dalam doa. Jika saya membuat sebuah tuntutan, mungkin itu hanya dari diriku sendiri.
Saya memilih pengendalian diri ... Saya makhluk spiritual. Setelah tubuh ini mati, jiwaku akan melambung. Saya menolak untuk membiarkan apa yang akan membusuk, aturan yang kekal. Saya memilih pengendalian diri. Saya akan mabuk hanya dengan sukacita.
Saya akan bersemangat hanya oleh iman saya. Aku akan dipengaruhi hanya oleh Allah. Aku hanya akan diajarkan oleh Kristus. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan pengendalian diri. Untuk hari ini janji saya. Jika saya berhasil, saya akan bersyukur. Jika saya gagal, saya akan mencari karunia-Nya. Dan kemudian ketika hari ini selesai, Aku akan menempatkan kepalaku pada bantal dan beristirahat.
Senin, 30 April 2012
For YOU (Pelajaran dari Seorang Tukang Kayu)

Pengalaman semester pertamaku benar-benar kering. Berawal dari dosen dingin-perfeksonis namun baik yang menjadi dosenku, dosen mata pelajaran yang sangat ga jelas. Penuh dengan warna hitam-putih dan bentuk-bentuk geometri yang harus disusun supaya ada "WOW"nya Dosen yang terlalu perfect membuat pengerjaan final tugas hampir membunuhku perlahan. Mulai dari berat badan yang turun drastis, badan yang memanas, mata yang membengkak karena bergadang dan derasnya airmata, tidak ketinggalan tetesan darah akibat sayatan cutter saat memotong-motong kertas. Apalagi aku harus mengulang beberapa tugas yang nilainya tidak mencukupi.
"TUHAN!! AKU STRESSS!!!!!" teriakku dalam hati lalu menangis. Aku mulai memusuhi tugas-tugasku.
Tapi tiba-tiba ada suatu penghiburan luar biasa yang ga tau darimana muncul. Ada satu cerita yang terlintas tentang seorang Tukang Kayu dari Nazareth. Tukang Kayu itu mengerjakan tugasnya selayaknya tukang kayu. Dia mengukur kayu, menggergaji kayu, mengamplas kayu sampai berkeringat, dan berkotor-kotoran dengan serbuk kayu. Ada satu hal yang menarik dari wajahNya sewaktu memastikan apakah meja yang dibuatnya sudah kokoh. Dia serius mengerjakannya sambil tersenyum. Dia membuat beberapa mebel untuk pelangganNya dengan senang hati. Apa yang membuat Tukang Kayu itu begitu menikmati pekerjaan yang bisa dibilang menyesakkan itu karena harus menghirup serbuk kayu tiap hari? ....... Hei, aku kenal Tukang Kayu itu! Dia seharusnya bukan seorang Tukang Kayu, Dia Juru Selamatku, Juru Selamat semua manusia, Dia Raja, Dia Tuhan Yesus. Aku mendekatiNya yang sedang mengukur sebuah meja. Kuletakkan tugas-tugasku di atas meja lalu duduk.
"Tuhan Yesus.. Aku capek, aku letih, aku lesu dengan semua tugas kuliah ini. Serasa semuanya menjadi beban padahal aku dulu sangat menikmati tugas ini. Aku capek Tuhan...." curhatku sedih.
Tuhan meletakkan palu ditanganNya sambil menunjuk hatiNya dan tersenyum.
Belum Tuhan Yesus ngomong, aku sudah tanya lagi. "Tuhan, Tuhan kok bisa sih mengerjain ini semua dengan tersenyum? Kok Tuhan senang membuat pesanan pelanggan? Kok Tuhan mau sih mengerjakan ini semua, ini kan berat Tuhan?"
Tuhan masih tetap tersenyum dan menunjuk hatiNya. "Apapun yang kamu lakukan, lakukanlah dengan segenap hatimu, seperti bekerja untuk Tuhan. Yang terpenting lakukanlah itu dengan kasih." jawabNya.
Yeah~ Tuhan Yesus juga pernah mengalami hal yang sama denganku. Banyak kerjaan dan tugas. Tapi Tuhan melakukannya dengan senang hati dan hebat menurutku. Seperti yang Tuhan bilang, yang terpenting lakukanlah itu dengan kasih. :D)
Kolose 3:23 "Apapun yang kamu lakukan, lakukanlah dengan segenap hatimu, seperti bekerja untuk Tuhan, bukan untuk manusia."
+Apakah tugas dan kerjaan yang kita jalani setiap hari sudah dilakukan dengan segenap hati dan untuk Tuhan?+
Minggu, 29 April 2012
Guilty, Regret
Ada 2 hal yang aku sesalkan akhir-akhir ini. Bila teringat, aku jadi malas mengerjakan apapun.
Pertama tentang Yuri yang mulai menghantuiku lagi. Di saat tidur, di saat makan, waktu kuliah, di jalan, dimanapun!! Dan semuanya membuatku ****** >@<)!!!!!!!
Airmata menitik tiap kali teringat betapa bodohnya aku waktu itu. Ada rasa pedas yang mengiritasi dada dicampur kayu manis, rempah pala di seluruh badan, asamnya memori dan tidak ketinggalan asinnya airmata.
Iyaringu-nya yang sengaja dia lepas membuatku merasa semua salahku dia kembali menjadi Yuri.
Kedua tentang Pop.. Rasa penyesalan amat sangat mendalam memenuhi hati ini setiap kali melihat seorang ayah dengan anaknya. Airmata mengalir deras dan rasa pedih tertoreh kembali.
Pertama tentang Yuri yang mulai menghantuiku lagi. Di saat tidur, di saat makan, waktu kuliah, di jalan, dimanapun!! Dan semuanya membuatku ****** >@<)!!!!!!!
Airmata menitik tiap kali teringat betapa bodohnya aku waktu itu. Ada rasa pedas yang mengiritasi dada dicampur kayu manis, rempah pala di seluruh badan, asamnya memori dan tidak ketinggalan asinnya airmata.
Iyaringu-nya yang sengaja dia lepas membuatku merasa semua salahku dia kembali menjadi Yuri.
Kedua tentang Pop.. Rasa penyesalan amat sangat mendalam memenuhi hati ini setiap kali melihat seorang ayah dengan anaknya. Airmata mengalir deras dan rasa pedih tertoreh kembali.
'@') a a a a a b b b b b . . . . . . .z z z z z z z
Kekonyolan sorang wanita yang putus harapan membebaskan diri dari jerat Yuri adalah dengan memotong urat nadinya. Karena tidak berani dia memutuskan untuk melukai dirinya saja dengan menyilet tangannya menggunakan cutter. Tapi tebak apa yang dipikirkan oleh wanita itu sehingga dia tidak jadi melakukannya...
"Aku belum beli alkohol.. Kalau infeksi bagaimana? Nanti aja lah kalau udah beli alkohol.."
Hari berikutnya, hari berikutnya, hari berikutnya, dan hari berikutnya........
Belum beli alkohol dan akhirnya...........
~TIDAK JADI~
Wanita konyol itu adalah AKU...
*Sigh*
Orang yang bunuh diri berarti tidak percaya bahwa Tuhan itu ada dan mampu menyelesaikan segalanya.
Orang yang bunuh diri berarti tidak percaya karya Tuhan Yesus di Kayu Salib.
"Aku belum beli alkohol.. Kalau infeksi bagaimana? Nanti aja lah kalau udah beli alkohol.."
Hari berikutnya, hari berikutnya, hari berikutnya, dan hari berikutnya........
Belum beli alkohol dan akhirnya...........
~TIDAK JADI~
Wanita konyol itu adalah AKU...
*Sigh*
Orang yang bunuh diri berarti tidak percaya bahwa Tuhan itu ada dan mampu menyelesaikan segalanya.
Orang yang bunuh diri berarti tidak percaya karya Tuhan Yesus di Kayu Salib.
Jumat, 27 April 2012
Senin, 23 April 2012
Manfaat Membaca Alkitab Bagiku
Temen2 pasti pernah mendengar cerita ini :D
"Seorang Kakek hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky (Amerika) dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Alkitab di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.
Suatu hari sang cucu bertanya, " Kakek...! Aku mencoba untuk membaca Alkitab seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupa secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Alkitab?" Dengan tenang sang Kakek mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, " Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air."
Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya. Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang arang itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.
Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah. Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi.
Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek. Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu TELAH BERUBAH dari keranjang arang yang tua kotor dan kini BERSIH LUAR DAN DALAM.
"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu MEMBACA ALKITAB. Kamu TIDAK BISA MEMAHAMI atau INGAT segalanya, tetapi KETIKA kamu MEMBACANYA LAGI, kamu AKAN BERUBAH, luar dalam. Itu adalah KARUNIA dari ALLAH di dalam hidup kita."
Mazmur 119 : 9, 105"
Suatu hari sang cucu bertanya, " Kakek...! Aku mencoba untuk membaca Alkitab seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupa secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Alkitab?" Dengan tenang sang Kakek mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, " Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air."
Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya. Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang arang itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.
Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah. Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi.
Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek. Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu TELAH BERUBAH dari keranjang arang yang tua kotor dan kini BERSIH LUAR DAN DALAM.
"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu MEMBACA ALKITAB. Kamu TIDAK BISA MEMAHAMI atau INGAT segalanya, tetapi KETIKA kamu MEMBACANYA LAGI, kamu AKAN BERUBAH, luar dalam. Itu adalah KARUNIA dari ALLAH di dalam hidup kita."
Mazmur 119 : 9, 105"
Jujur, tiap kali membaca Alkitab, sering aku belum paham apa yang ayat ini maksud. Dulu setiap akan membaca Alkitab, aku tidak pernah doa terlebih dahulu. Harapannya sih kalau tiap kali doa pasti langsung paham. Tapi kenyataan enggak..!
Sekarang doanya aku ganti..
"Tuhan, sekarang aku mau membaca Alkitab, mau membaca FirmanMu.. Mohon hikmatMu Tuhan, penyertaanMu Roh Kudus supaya memahami apa yang hendak Engkau sampaikan. Kalau pun belum saatnya aku paham, aku mau percaya Tuhan kalau aku pasti sedang dibersihkan luar-dalam. Terimakasih Tuhan. Amen~"
Dan....berhasil.. Aku memang masih belum paham, tapi ada aja waktunya aku paham. Tiap kali ikut cm, mc atau lewat radio, bahkan suatu kejadian yang tak terduga.
Dan selesai membacanya, tanpa sadar tiap kali ada kejadian apa, ayat itu tiba2 muncul dan bisa meredam emosiku..
Dahsyat lahTuhan :D
by ruetamA a.k.a. Meliesa
Langganan:
Postingan (Atom)
